Uncategorized

A Closure

Hello A,

How are you? I don’t know what you’ve been up to recently, but I’d always love to imagine you somewhere being happy with the life that you live, because that’s how I want you to always be.

I’m not one to share my feeling and thought to you. You know that, right? And now that a few things have changed between us, it’d be weird if I suddenly reach out to you and tell you things that happened in my life after you’re gone because…it’s not your business anymore. Duh. So from now on, my post will no longer be about you. And as a closure for what had ended between us, let me tell you something that has just begun in my life.

A, I met someone. He’s nice, funny, and has the best heart. He has a mysterious way of making me feel safe. Safety; it’s something that I had been searching for so long in a person, and I didn’t find it elsewhere before him. Can you imagine how ecstatic I am to have met him? Well, maybe ecstatic is an understatement. I’m a firm believer that without the feeling of safety, you will never be able to open up and be the true version of yourself in front of your partner. And he, with everything he has, makes me feel safe. That’s a good thing, right?

I used to be scared of opening up myself to others. The concept of letting someone see the ugly side of me is really terrifying. Maybe that’s why I always pushed away those who tried to get to know me better. Maybe that’s why I wasn’t that open to anyone about my very personal issue. I was too scared to do all that. But he, he has a strange way to encourage me to show my vulnerability. He has a strange way to make me feel safe enough to feel again.

I had a hard time accepting myself but he accepts me in ways I couldn’t even do myself. He loves me in ways I couldn’t even imagine. I started to think that if there’s a person who could love me like that, then why couldn’t I love myself?

Now I can finally love myself, even just for a bit. And that’s because he showed me that someone could still love me for who I am, and accept me with my ugly side and dark past.

A, I love him. I love him so much. I thought I’ve become disinterested in falling in love and caring for someone. I thought my cold, dysfunctional heart would never be able to love someone again. Apparently, I was wrong. I’m falling in love with him. My love for him is real and I want to keep him in my life for as long as possible.

A, if you ever read this, please keep in mind that I’m grateful for everything that once we had. You’ll always be one of my good friends. Now I just want to let you know that I’m so happy with him and I hope you’re always happy too, wherever you are, with whoever she is.

Goodbye.

Advertisements
Standard

59 thoughts on “A Closure

  1. Saya tidak membaca tulisannya karena dilarang. Lagipula, otak saya sudah meletup-letup saat membaca i you we they he she it dan lain-lainnya itu.

    Saya lebih fokus melihat fotonya saja, Mbak. Salam buat masnya ya.
    Bagus mukanya ditutupin. Lebih bagus lagi kalau pake jilbab.

    Makasih. ❀

    Liked by 2 people

  2. Hey just want to let you know, I’m happy for both of you, Nad! Tbh I’m in that state of feeling like unable to fall in love again. But perhaps someday I would have this story too. (Or maybe not, and that’s okay) πŸ˜„

    Liked by 1 person

    • Audi!! Thank you for ur sweet words. How I could I miss this comment 😫

      It’s just a phase and it’ll pass. And someday you’ll have your own story as well. Maybe sometimes it might feel like it won’t happen in the near future, but it will happen. 😊

      Liked by 1 person

  3. deadyrizky says:

    sudah fitrohnya
    setiap orang untuk move one
    sama kayak kisah di salah satu bukunya raditya dika
    lupa euy bukunya
    make sure A menyesali pilihannya ya
    hehehe
    ijin follow ya

    Liked by 1 person

    • Iyaa mas, setujuuu. Masa iya mau stuck di masa lalu padahal hidup terus berjalan? *sok sok kyk org bener*

      Apa hayooo inget-inget judulnya?

      Kenapa harus make sure dia menyesali pilihannya? kan sudah kesepakatan bersama jadi ya inshaa allah tidak ada yg perlu disesali.

      Like

  4. Damn. This post was β€œso me”. πŸ˜‚

    Kadang suka mikir ya, mba β€œmales berurusan sama that lovey-dovey thing lagi seabis patah hati”. Eh, takdir emang kadang juga lucu. Dipertemukan dengan seseorang yang bisa bikin kita β€œfeel whole again” πŸ™‚

    Anyway, I admire your English skill. Wish I could consistent write in English as well as you. 😭

    Like

    • Haha tosss duluuu deh mbaaa πŸ˜…

      Iyaaa bener banget. Kalo abis patah hati suka jd males berurusan sm cinta cintaan. Entah males memulai dr awal sama org baru, atau males karena uda suudzon duluan kalo nnti akhirnya bakal sama aja.

      Well, but look at me now πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

      Makasih mba πŸ˜… Ini jg masksain diri dalam rangka belajar sih mbak abisnya kalo ga dipraktekin terus kan jd gatau kurangnya dimana πŸ˜…

      Btw salam kenal yaaa Mba πŸ™‚

      Liked by 1 person

  5. Udah pernah lihat foto itu di post IG atau InstaStory gitu. Saya waktu itu merhatiin, lagi nunjukin apa, sih, itu tangan? Rupanya mau ngasih unjuk cincin–yang masih transparan~ Wahaha.

    Kelar baca ini langsung pengin komentar, Uwuwuwu~ Di balik keanehannya itu, ternyata ada hal yang enggak saya sangka-sangka. Keren! Lalu, saya selama baca tulisan ini entah kenapa cengengesan sendiri. Momen saat berhasil ketemu orang baru setelah patah hati dan sempat menutup diri gimana gitu rasanya. Ini orang yang dimaksud di tulisan, selesai baca bisa mimisan kali, ya? :))

    Tadinya mau bales komentar pakai bahasa Inggris juga, tapi langsung sadar kemampuan saya masih cemen dan pasif. Masih takut banyak salah grammar gitu. 😦 Salut sama orang yang bisa aktif. Semoga saya bisa lebih berani lagi menggunakannya. πŸ˜€

    Liked by 2 people

    • Doain semoga cincinnya bisa segera keliatan wujudnya dan ga transparan lagi ya
      Hahahaha memang kereeen sekali sih dia tuh sebenernya :”)) *semoga orangnya ga ke GRan pas lagi kepoin ini*. It feels magical to be able to fall in love again and to be loved in return after suffering from a major breakup :”) *apaaaasih kenapa jadi alay gini* hmmm gasampe mimisan sih tp menurut kabar yg beredar katanya sampe gabisa tidur 7 hari 7 malam
      Klo ga dipraktekin terus nanti pasif teruuuss dooong. Aku juga masih banyak salahnya kok, tp yaudah gapapa namanya jg belajar πŸ˜„ pede aja yg penting maksudnya bisa diterima oleh pembaca. Semangaaaaatt yooooogg πŸ’ͺ

      Like

  6. Andria Palupi says:

    Hey nad, sembari baca… aku merasa berada dalam tulisanmu. Dan aku turut bahagia, nad. Salah satu bagian paling melegakan selama aku hidup adalah, mampu berdamai dengan diri sendiri dan keadaan, setelah patah hati hebat yg gak disangka-sangka. Maksudku, masalahnya bukan karena bosen, udah ga cocok atau falling out love… Kami saling ingin, kami saling butuh, kami saling legowo dg bentuk kekonyolan masing2, we absolutely complete each other. Ga ada masalah diantara kami, but one, the biggest one. Sampai akhirnya, bom waktu itu meledak disaat aku belum siap. Ya, memang gak akan pernah ada kata siap. Setelah keluarganya tau, dia pacaran sama seorang muslim, keadaan saat itu jd sangat complicated. Perbedaan, akhirnya benar-benar memisahkan kami.
    Aku patah, dari seseorang yg selama 4 tahun jadi “segala versi pas” yg aku butuhkan. Hampir setiap hari bareng di kampus. Akhir 2016, sore itu yg ku tau duniaku runtuh. Setelah 3 hari tanpa kabar karena hpnya disita, tiba-tiba dia muncul dg keputusan brilliant. Dia kirim email, dg isi kalimat yg ga pernah terlintas di kepalaku dia mampu menuliskan kata-kata sialan itu. Ya tuhan, lemes, shock.. sakit luar biasa. Seumur-umur, belum pernah merasa sekoyak itu :’D sialan, pokonya sialan hahaha. Merasa ga berharga, masa iya mau pisah cuma lewat email. Pokonya mau lgsg ketemu. Tapi aku bisa apa? Gabisa apa-apa… Cuma bisa nunggu dia tiba2 dtg ke rumah dan jelasin semuanya. 2minggu, aku harus menunggu 2 minggu kedepan utk bisa dengar penjelasannya, karena dia gaboleh pergi kemana-mana. Itupun, karena mau ambil ijazah. Menunggu yg ga pasti, setiap detiknya terasa sangat lama. Astaga…
    Desperate. I mean… we all have a type of sadness that’s deafining, so heavy. It swallow you whole. It drains you. Pekan pertama, ini pasti cuma mimpi. Blm genap 2 pekan, aku ga kuat utk bendung isi pertanyaan dikepalaku, sampe aku nekat maksa utk ketemu. Tp kesia-siaan dan ketimpangan yg aku dpt setelahnya. Kodaline-All I Want. My God, that’s my tragic song ever. Pekan kedua, dia beneran dtg k rmh utk jelasin,and saygoodbye……. Literally he said “goodbye” πŸ˜… Masih gapercaya. Genap sebulan masih ga terima kenyataan.. Bulan kedua, ketiga masih berusaha mengais perhatiannya. Karena motivasi terbesar dia adalah, utk ga meresponku agar keputusannya ga goyah. Dan supaya aku mau mencari cara utk berlari mengejarnya. Seribu kenapa dikepalaku. Kenapa dia bisa seketika bersikap dingin? Sedangkan yg aku kenal adalah org yg begitu hangat… I feel so pathetic. Perlahan, aku melangkah pergi.
    I know for sure, the best medicine is time…. Time heals all wounds. Dg berjalannya waktu aku mengerti, seraya menerima keadaan saat itu sebagai bentuk kasih sayang Yang Maha Kuasa. Aku terlepas dari keadaan yg akan menyulitkanku dan akan melukai banyak hati bila diteruskan. Pikiran itulah yg menguatkan, mendamaikan hatiku utk bisa merelakan dia dan terus melangkah kedepan…
    Dan, saat hati sudah mampu mengikhlaskan… Ternyata semua beban pesakitan itupun berangsur-asur berkurang. 2017, aku membuka hati utk seseorang yg mampu mendamaikan jiwa. Lucunya, setelah dia tau ada yg menggantikan posisinya, dia gak terima hahaha……. (drama blm tamat).
    Semula, ku kira akan sangat sulit utk melanjutkan hari2 tanpanya, akan butuh waktu yg sangat lama utk sembuh. Tapiiiii, Tuhan Maha Baik :’) Dia kirimkan seluruh manusia baik disekelilingku untuk merangkulku hingga semuanya terasa lebih mudah. Dia teguhkan hatiku. Aku meyakini, semua proses yg sdh dilalui sejengkalpun ga lepas dr campur tangan-Nya. Hikmah yg aku dpt dr kejadian itu, bahwa aku amat sangat percaya, Tuhan akan menggantikan apa yg hilang dari kita, dengan seluruh kebaikan yg sudah Dia siapkan utk kita πŸ™‚
    Im happy for you Nad! πŸ’ž

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s